Beranda > Solusi Masalah Kependudukan > Transmigrasi Salah Satu Solusi Masalah Kependudukan

Transmigrasi Salah Satu Solusi Masalah Kependudukan

Transmigrasi Salah Satu Solusi Masalah Kependudukan

postdateiconRabu, 08 Juni 2011 17:49 | PDF | Cetak

Bupati Bulungan, Drs H Budiman Arifin MSi mendapat undangan khusus menjadi narasumber dalam dialog interaktif, bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa malam (07/06).

 
Selain menjadi salah satu narasumber dalam dialog yang menjadi acara rutin Jogja TV itu, Bupati kemarin juga menandatangi MoU kerjasama di bidang ketransmigrasian dengan pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten kota se-Indonesia. Bupati dalam dialognya menyatakan, program transmigrasi telah menjadi salah satu solusi masalah kependudukan.
Yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang masih banyak tersedia lahan kosong. Kabupaten Bulungan sendiri masih memiliki lahan yang cukup luas dibanding jumlah penduduk.

“Jumlah penduduk pendatang kini lebih banyak dibanding suku asli di Bulungan,” terangnya. Program transmigrasi dalam perjalanannya, lanjut Bupati, juga berdampak positif tidak hanya pada kehidupan para transmigran. Tapi juga bagi penduduk asli berupa terjadinya transfer ilmu pengetahuan di bidang pertanian. Keberhasilan transfer pengetahuan pertanian di Kabupaten Bulungan, ditunjukkan dengan penghargaan Otonomi Award 2011 dari JPIP, di bidang inovasi pemberdayaan ekonomi yaitu melalui program Integrated Farm System atau sistem pertanian, perkebunan dan peternakan terpadu.

“Kita bisa melihat di Kabupaten Bulungan, ada transmigran yang berhasil menjadi anggota DPRD, ada yang penghasilan bersihnya tiap bulan mencapai Rp5 juta atau Rp60 juta setahun,” urainya. Melihat hasil yang telah dicapai di bidang transmigrasi, Pemkab Bulungan pun bertekad meneruskan program ini. Apalagi masih tersedia sekitar 5 ribu hektare lahan kosong yang bisa ditempati hingga 1.500 KK transmigran.

“Kita perkirakan program transmigrasi ini bisa tuntas di tahun 2014,” sambungnya. Penjelasan Bupati Bulungan itu mendapat banyak perhatian dari narasumber lain serta para undangan yang hadir. Dalam sesi tanya jawab, narasumber dan para undangan banyak bertanya kiat Kabupaten Bulungan melaksanakan program transmigrasi. Terutama terkait status lahan serta kiat membuat transmigran bertahan.

“Untuk lahan transmigrasi di Bulungan memang memakai lahan yang kosong, dan kita upayakan pula agar lokasinya tidak terlalu jauh ke pedalaman, tapi dekat dengan berbagai akses,” jawab Bupati. Dialog yang bertempat di Hotel Gowongan Inn, Yogyakarta itu berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Selain Bupati Bulungan,  narasumber lainnya yaitu Direktur Penyediaan Tanah Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Ir Sobirin Muchlis, Sekjen HMPTI (Himpunan Masyarakat Peduli Transmigrasi Indonesia), Nirwanto Manuwiyoto dan Kabid Kesra Bappeda Pemprov DIY, drg Jaka Supriyadi MSi. Sementara undangan yang hadir di antaranya utusan 5 kabupaten kota di Provinsi DIY, Sumatera Barat, Sumatera Selatan hingga Kalimantan Barat.

About these ads
  1. Oktober 4, 2013 pukul 8:59 pm

    Wonderful article! We are linking to this great article on
    our website. Keep up the great writing.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: