Beranda > Solusi Masalah Pengangguran > Investasi Asing : Solusi Masalah Pengangguran oleh : Kompasiana

Investasi Asing : Solusi Masalah Pengangguran oleh : Kompasiana

Investasi Asing : Solusi Masalah Pengangguran

OPINI | 13 February 2010 | 23:041139 2 Nihil

Terlebih dahulu harus dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan investasi asing adalah penanaman modal asing lansung (PMAL), bukannya berupa pembelian portofolio saham dan surat-surat berharga oleh para spekulan asing yang biasanya disebut ‘investasi asing tidak langsung’.

Dalam penanaman modal atau investasi yang sesungguhnya, para investor-pengusaha luar negeri datang ke sini dengan membawa uang, teknologi, keahlian dan pengalaman. Mereka di sini membangun dan mendirikan fasilitas produksi, menghimpun tenaga kerja, membeli bahan baku, membeli jasa, memanfaatkan infrastruktur dan kemudian berproduksi dan memasarkan hasil produksinya, baik. Baik dijual di dalam negri atau diekspor, hasil produksi investasi asing itu sangat menguntungkan. Hasil penjualan produksi mereka kemudian dibagi kepada para pemilik modal asing, para pengusaha asing, para karyawan, para profesional, para pemasok dan pemerintah. Ada kerja sama yang saling menguntungkan. Mereka memperoleh keuntungan dari hasil investasinya, demikian juga negara ini meperoleh tambahan pendapatan nasional.

Mereka memberikan modal berupa uang, keahlian, teknologi dan kewirausahaan; kita memberikan infrastruktur, tenaga kerja dan pasar yang diproteksi. Tanpa proteksi pasar, Indonesia akan kurang menarik bagi para investor asing untuk berinvestasi, karena produktivitas sumberdaya manusia dan infrastruktur yang masih kurang akan menyebabkan biaya produksi menjadi mahal; akibatnya produk mereka akan kurang dapat bersaing. Padahal penanaman modal asing adalah solusi terhadap masalah pengangguran. Hanya pengusaha dan produsenlah yang dapat memberikan lapangan kerja; negara kita membutuhkan banyak pengusaha, termasuk pengusaha-pengusaha asing.

Pengusaha merupakan faktor produksi penting dan vital, merekalah yang menghimpun dan menyinergikan berbagai faktor produksi lain untuk menghasilkan output berupa barang dan jasa. Lebih daripada itu negeri kita masih sangat kekurangan modal, karena itu kita memerlukan banyak investor-pengusaha asing, karena mereka mempunyai akses terhadap dana global, di samping keahlian, pengalaman dan tekonologi.

Karena itu seyogyanya kita menyambut mereka dengan senang hati. Kedatangan mereka jelas membawa manfaat yang besar sekali bagi bangsa ini. Sesungguhnya, pada hakekatnya tidak ada perbedaan antara investasi asing atau investasi dalam negri. Investor asing yang mendirikan usahanya di sini juga merupakan produsen dalam negeri. Mereka memberikan lapangan kerja, alih tekonologi-keahlian-pengalaman dan memberikan pendapatan kepada negara melalui pajak. Mereka tunduk pada hukum yang sama dan harus diberikan perlakuan dan penghargaan yang sama dan adil. Baik perusahaan asing maupun lokal harus tunduk kepada hukum, peraturan dan regulasi yang berlaku, harus membayar pajak sesuai aturan, tidak boleh merusak dan mencemari lingkungan dan harus memberikan upah yang layak kepada para karyawannya.

Dengan adanya proteksi pasar dalam negeri kita juga dapat memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dari investasi asing dengan membatasi penggunaan tenaga kerja asing sampai seminimal mungkin. Dengan demikian kita memperoleh lapangan kerja yang sebanyak mungkin bagi rakyat kita. Memang dengan demikian mereka harus mengeluarkan biaya ekstra untuk melatih tenaga kerja lokal, dan jika produktivitas tenaga kerja lokal rendah hal itu juga menambah beban biaya. Dalam hal ini kerugian mereka dikompensasi dengan membebankan biaya produksi ekstra tersebut pada harga jual produk mereka. Dan sesungguhnya konsumen Indonesialah yang menanggung biaya ekstra tersebut. Sesungguhnya pula kita bisa memandang biaya ekstra tersebut sebagai suatu investasi pelatihan supaya tenaga kerja kita meningkat produktivitasnya.

Kebijaksanaan untuk memproteksi pasar dan sekaligus menarik investasi asing tersebut harus didukung oleh berbagai regulasi, terutama di bidang perpajakan, agar lapangan kerja tidak direbut oleh para pekerja asing.. Tenaga kerja asing harus dikenai pajak yang jauh lebih tinggi daripada tenaga kerja lokal. Total biaya-biaya berkenaan dengan tenaga kerja asing tidak boleh melebihi yang dikeluarkan untuk tenaga kerja lokal. Setiap pembayaran biaya ke luar negeri atau kepada warga negara asing harus dikenai pajak dengan tarif maksimal. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing diharuskan berkomitmen dan menyusun jadwal untuk secara gradual mengurangi pekerja asing mereka sampai pada jumlah yang sangat minimal. Kebijakan-kebijakan sepeti itu dimaksudkan untuk mendorong para pengusaha untuk menggunakan tenaga kerja lokal sebanyak mungkin; dan agar mereka melatih dan melakukan alih teknologi dan keahlian kepada tenaga kerja kita; dengan demikian kualitas sumberdaya manusia kita juga akan meningkat.

Sebaliknya adalah wajar dan adil kalau para investor asing mendapatkan hasil yang memadai atas jerih payah dan resiko investasi yang harus ditanggungnya. Karena itu seharusnya mereka juga bebas membawa keluar dari Indonesia hasil investasinya, yang didapatkan secara wajar dan legal; dan tidak pula dipersulit.

Selain dari pasar yang besar yang diproteksi, para pengusaha asing akan tertarik menanamkan modal di sini jika terdapat (1) keamanan, (2) kepastian hukum dan aturan main yang jelas, termasuk dalam bidang perpajakan, (3) infrastruktur yang memadai, (4) nilai tukar rupiah yang stabil, (5) sistem perbankan yang baik, dan (6)tenaga kerja yang berkualitas.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: