Beranda > Solusi Masalah SDM & Kependudukan > Solusi Masalah SDM Oleh : Amir Fauzi

Solusi Masalah SDM Oleh : Amir Fauzi

“Rekrutlah SDM saat Anda ingin bertumbuh, bukan rekrut SDM saat sudah bertumbuh”

Saya merenung akan quote dalam sebuah blog tersebut. Setelah merenung, saya mengamini, pasalnya apa yang yang terjadi sekarang telah saya alami. Dan ternyata beberapa kolega usaha saya juga mengalaminya.

Begini ceritanya, kolega saya memiliki pegawai konveksi yang lengkap dan cukup banyak. Mereka merekrut SDM mulai dari nol, tidak bisa apa-apa, kemudian didik hingga bisa menjahit, packaging,sampai pemasaran. Demikian seterusnya hingga memiliki jumlah karyawan yang cukup banyak seiring dengan kenaikan omset bisnisnya.

Namun selalu saja ada problem tahunan, paska lebaran selalu saja pegawainya raib tidak kembali alias bekerja ditempat orang atau dipabrik tekstil lainnya. Dia menceritakan, bahwa telah memperlakukan pegawai dengan cara terbaik bahkan dengan aneka bonus, tetapi kebaikan itu tak kunjung membuat karyawannya loyal.

Kawan saya tersebut, sering membandingkan, bahwa gaji yang diberikan jauh lebih tinggi dari pabrik, tetapi kenapa orang-orang lebih senang kerja di pabrik yang mana seringkali diberlakukan sebagai buruh.

Sudah beberapa cara dilakukan untuk mempertahankan karyawan namun tak kunjung loyal.

Dalam diskusi kemarin, sharing bagaimana orang China atau Pabrik membikin loyal karyawan. Saya sendiri juga sudah survei ke beberapa kolega China saya bagaimana mengelola karyawan.

Setelah saya renungkan ada beberap poin yang perlu kita pertimbangkan.

1. Rekrut karyawan saat kapan saja, jangan hanya pas kita butuh.
Ini artinya kita dapat menyeleksi karyawan jauh lebih rileks daripada kita mencari saat kita membutuhkan.

2. Perlakukan Secara Profesional
Harus bisa dibedakan mana hubungan pribadi mana hubungan bisnis. Harus jelas batasannya, kadang hubungan pribadi yang terlalu dekat malah membuat karyawan seenaknya

3. Jelaskan Hak dan Kewajiban
Dari sedari awal jelaskan hak-hak karyawan berikut kewajiban. Sehingga karyawan tahu rambu-rambu

4. Tegas
Harus tegas dengan aturan perusahaan. Saya mengeluarkan beberapa karyawan karena melanggar kesepakatan

5. Bangun Hubungan Jangka Panjang
Agar karyawan terikat, maka perlu kita kasih hak-hak mereka dalam jangka panjang, misal jika anda kerja 2 tahun kami beri bonus dan lain sebagainya. Ini harus distate lebih awal.

Semoga lima langkah ini menginspirasi kita mengelola SDM lebih baik.

Wassalam,

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: