Beranda > Solusi Masalah SDM & Kependudukan > PEMERATAAN PEMBANGUNAN Transmigrasi Solusi Masalah Kependudukan

PEMERATAAN PEMBANGUNAN Transmigrasi Solusi Masalah Kependudukan

PEMERATAAN PEMBANGUNAN
Transmigrasi Solusi Masalah Kependudukan

Sabtu, 31 Oktober 2009
JAKARTA (Suara Karya): Transmigrasi akan dijadikan program unggulan pemerintah dalam mengatasi permasalahan di bidang kependudukan di Indonesia. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans)
Muhaimin Iskandar mengatakan, sosialisasi keberhasilan transmigrasi akan ditingkatkan, khususnya untuk para pengangguran dan masyarakat marginal sehingga tertarik dan bersedia bertransmigrasi.
“Orientasi program Depnakertrans dalam bidang transmigrasi ini akan fokus dalam pemikiran bahwa revitalisasi program transmigrasi menjadi salah satu solusi, khususnya dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan di berbagai daerah di Indonesia,” kata Muhaimin di Jakarta, Kamis (29/10).
Dia lantas mencontohkan Kota Jakarta yang memiliki jumlah pengangguran dan kaum marginal dalam jumlah besar. Karena itu, akan didorong sosialisasi untuk bertransmigrasi guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Untuk itu, Depnakertrans meningkatkan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk membuka dan memanfaatkan lahan terbuka untuk transmigrasi.
“Sebenarnya setiap tahun tidak kurang dari 75.000 kk (kepala keluarga) yang mau bertransmigrasi. Tapi, Depnakertrans baru mampu memberangkatkan dan menyiapkan lahan sampai 10.000 kk per tahun. Yang paling penting, program transmigrasi ini akan dijadikan solusi di bidang kependudukan dengan cara membangun pertumbuhan pembangunan di daerah baru serta membangun sektor pertanian khususnya. Apalagi ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan, energi, dan meningkatkan produksi dalam negeri,” tuturnya.
Hingga saat ini, daerah-daerah transmigrasi di Indonesia menjadi harapan bagi sedikitnya 2,2 juta keluarga atau sekitar 10 juta orang yang tersebar di 3.325 desa. Mereka berada dalam 547 kawasan transmigrasi. Dari jumlah ini, sebanyak 88 desa berkembang menjadi ibu kota kabupaten dan 235 desa menjadi ibu kota kecamatan.
Ini merupakan bukti dari keberhasilan program transmigrasi untuk pembangunan bangsa. Apalagi tujuan pembangunan kawasan transmigrasi untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan baru yang dilakukan para transmigran di permukiman transmigrasi. Para transmigran merupakan pelopor pembangunan kawasan transmigrasi yang umumnya di wilayah terpencil, khususnya untuk meningkatkan usaha pertanian dan lainnya. (Andrian)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: