Beranda > Solusi Untuk Anak & Bayi > Solusi Memilih Hidangan Sehat untuk Anak

Solusi Memilih Hidangan Sehat untuk Anak



Pengalaman chef perempuan kenamaan, Farah Quinn, dalam memilihkan makanan untuk putranya, Armand Fauzan Quinn (4) layak menjadi inspirasi. Farah membentuk citarasa pada anak sejak Armand masih dalam kandungan. Pilihan makanan ibu punya pengaruh besar terhadap citarasa anak terhadap makanan. Karenanya, batasi asupan gula pasir dan garam sejak dini, dan pilih pemanis alami seperti buah-buahan.

Farah mengatakan banyak pilihan pemanis yang lebih menyehatkan dengan nilai gizi tinggi dibandingkan gula pasir. Seperti gula merah yang lebih menyehatkan karena lebih sedikit mengalami proses kimia dibandingkan gula pasir. Madu juga lebih menyehatkan ketimbang gula pasir. Lebih sehat lagi adalah buah-buahan. “Jus buah bisa dipilih sebagai pengganti gula,” jelas Farah di sela peluncuran buku karyanya berjudul Healthy Happy Family di Tupperware Home, Jakarta, Sabtu (30/7/2011) lalu.

“Anak yang terbiasa makan manis jauh dari sayuran dan makanan sehat. Karenanya batasi atau bahkan hindari asupan gula juga garam sejak dini. Kalau ingin membuatkan bubur bayi misalnya, jangan diberikan garam. Kebiasaan makan makanan tanpa gula dan garam inilah yang membuat anak pada akhirnya suka makan buah dan sayur,” jelas perempuan yang memilih sekolah memasak di Pittsburgh Culinary Institute saat berkesempatan menjalani pendidikan di Amerika Serikat.

Pentingnya membatasi gula pasir
Kalau anak dibiasakan makan-minum yang manis, dengan campuran gula pasir, ada sejumlah dampak yang memengaruhi tumbuh kembangnya. Anak cenderung jauh dari makanan sehat, karena terbiasa dengan manis buatan dan tak menyukai manis alami dari buah-buahan misalnya.

Selain itu, Farah melanjutkan, anak cenderung hiperaktif, cenderung tak mau mendengarkan oprang lain. Anak memang lebih berenergi namun energi dari asupan manis buatan hanyalah energi instan. “Energi instan ini bikin anak justru cepat lelah dan cepat ngantuk,” kata Farah yang mengaku mengaplikasikan ilmu gizi dari sekolah kulinernya dalam kehidupan sehari-hari setelah menikah.

Meski gula harus dihindari dari anak-anak, namun bukan berarti anak tak bisa menikmati hidangan yang disukainya seperti es krim. Sesekali boleh saja mengasup es krim, kata Farah melanjutkan, namun pastikan makanan hariannya menyehatkan, mengandung manis alami dari buah-buahan atau pemanis lain yang lebih bernutrisi.

“Fondasi yang kuat untuk kesehatan anak bisa dibentuk dari pilihan makanan anak dalam menu hariannya,” tandas Farah.

Editor : rusaidah
Sumber : Kompas.com
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: